Siajun Blog Tempat menyalurkan hobi ngeblog Seputar : Tekno, Tips dan Trik, Tutorial, Travelling, dan bermacam ulasan lainnya, in Sukabumi-Jawa Barat

Resiko Pada Usaha BRILink: Gagal Transaksi Saldo Terdebet

2 min read

Resiko Pada Usaha BRILink: Gagal Transaksi Saldo Terdebet.

Kali ini sekali lagi saya akan buat coretan, atau lebih tepatnya bercerita tentang resiko dari usaha BRILink yang paling sering terjadi dan pasti dialami oleh setiap agen BRILink.   Resiko tersebut adalah gagal transaksi saldo terdebe, resiko ini sekarang sudah saya anggap hal biasa, karena sudah sangat sering mengalaminya, dalam satu bulan ini saja saya beberapa kali gagal transaksi, yang mengakibatkan kerugian.  

Karena itu saya ingin berbagi cerita dan pengalaman supaya para agen BRILink yang masih pemula tidak terlalu kaget jika mengalaminya, khususnya bagi yang baru mengalaminya untuk pertama kali.

Saya ingat, dulu pertama kali kejadian gagal transaksi saldo terdebet adalah transfer ke rekening BRI sejumlah Rp.3.000.000,-. Pada layar EDC muncul pesan “do not honor”, struk tidak keluar. Saya cek saldo, saldo saya sudah terdebet 300rb plus biaya transaksi antar bank 6500.

Pada waktu itu saya bingung, tidak tahu apa yang terjadi, tidak tahu juga harus berbuat apa. Saya bingung bagaimana harus menghadapi nasabah karena struk transaksi tanda transaksi sukses tidak ada, tapi saldo saya terdebet. Saya pun tidak bisa memastikan apakah uang sudah sampai ke rekening tujuan atau belum.

Setelah membuat nasabah menunggu agak lama, Saya berusaha menjelaskan ke nasabah kejadiannya, dan minta nasabah untuk cek apakah uang sudah sampai rekening tujuan apa belum. 

Esok harinya nasabah datang lagi dan menginformasikan kalau uang tidak masuk rekening. Saya pun bingung apa yang harus saya lakukan, apakah saat itu saya harus mengembalikan uang ke nasabah, sementara saldo saya tetap berkurang. Nasabah pun sudah terlihat tidak nyaman, sedikit kesal karena status uangnya digantung.

RELATED :  Transaksi yang tidak bisa dijalankan tanpa nomor HP di aplikasi BRILink?

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk tahan dulu uangnya dan telpon ke call center. Masalah akhirnya selesai dalam dua hari, uang yang terdebet kembali ke rekening saya dan uang tunai saya kembalikan ke ke nasabah.

Tapi sayangnya hal ini membuat nasabah tidak nyaman dan tidak mau kembali lagi untuk bertransaksi di tempat saya.

Kejadian seperti itu ternyata bukan yang terakhir, setelah itu saya sering mengalami Gagal transaksi. Dibulan ini saja saya mengalaminya beberapa kali dan kadang-kadang penyelesaiannya tidak hanya dalam waktu satu atau dua hari, tapi butuh waktu beberapa minggu, diantaranya:

Yang pertama, Transfer ke antar bank dengan nominal Rp. 3.500.000.
Pertama, saya melakukan trasaksi dengan EDC transfer ke BCA dengan nominal Rp. 3.500.000. Transaksi gagal, kejadiannya seperti yang diatas, muncul pesan “Do Not Honor”, saldo saya terdebet. Karena saya tidak ingin terulang kejadian sebelumnya, membuat nasabah menunggu tanpa kepastian status uangnya, demi kenyamanan nasabah saya lakukan transaksi ulang dengan menggunakan internet banking, dan transaksi berhasil. 

Saldo saya terdebet dua kali, sementara yang sampai ke nasabah 1 kali. Saya complain ke call center dan membuat trouble ticket, saya follow up tiap hari baru ada keputusan setelah kurang lebih 2 minggu, tetapi kali ini uang tidak kembali masuk ke rekening saya, tapi masuk ke rekening nasabah. Untung saya kenal dengan nasabahnya dan uang saya bisa kembali.

Yang kedua Transfer ke Mandiri Rp. 150.000
Kejadiannya sama dengan yang diatas hanya saja kali ini saya tidak kenal dengan nasabahnya sehingga uang saya tidak kembali.

Yang ketiga Tarik Tunai Rp. 400.000
Nasabah ingin melakukan tarik tunai dengan ATM Mandiri, saya menggunakan menu transfer Antar Bank, transaksi sepertinya berhasil karena struk tercetak dan saya pun memberikan uang tunai ke nasabah Rp. 400rb. Dikarenakan nasabah sedang ada yang nengantri saya tidak langsung cek saldo dan karena saya pun yakin transaksi berhasil. 

RELATED :  Cara deposit Link Aja melalui EDC BRILink

Beberapa saat kemudian saya cek saldo dan mutasi rekening ternyata uang Rp 400rb tidak masuk ke rekening saya. Nasabah ini pun tidak saya kenal sehingga saya kembali rugi Rp. 400rb.

Itulah diantaranya beberapa transaksi gagal yang saya alami bulan ini. Dan kejadian seperti ini sudah menjadi resiko setiap Agen BRILink.

Resiko lain yang kemungkinan terjadi yang pernah saya dengar dari Agen BRILink lain adalah;
Ketika nasabah melakukan tarik tunai, uang tidak sampai ke rekening agen tetapi uang nasabah sudah terdebet. Ini biasanya kalau menggunakan ATM bank lain. Seperti dalam cerita saya sebelumnya.

Ini menuntut kebijakan kita sebagai Agen BRILink dalam mengambil keputusan yang terbaik, apakah kita akan memberikan uang ke nasabah meskipun uang saat itu tidak masuk ke rekening kita?? Atau tidak memberikan uangnya dengan memberi pengertian ke nasabah dan meminta nasabah untuk complain ke bank nya??

Apapun pilihan kita, pasti hal ini akan membuat tidak nyaman bagi kedua belah pihak.

  • Tapi inilah resiko dari menjadi Agen BRILink.
  • Tidak ada usaha tanpa resiko, begitu juga BRILink.
  • Semoga kita semua tetap semangat, apapun kendalanya.

Selamat bertransaksi bagi semua Agen BRILink diseluruh Indonesia.

Resiko ini pasti akan dihadapi oleh pengguna mesin EDC BRILink, begitupun dengan Agen BRILink yang menggunakan aplikasi BRILink Mobile resiko ini bisa terjadi seperti yang juga saya alami dalam transaksi menggunakan BRIMOB transaksi time out tetapi dana terdebet.

Mungkin sekian artikel yang bisa saya sampaikan kali ini, semoga bisa bermanfaat, terimakasih sudah berkunjung.

Siajun Blog Tempat menyalurkan hobi ngeblog Seputar : Tekno, Tips dan Trik, Tutorial, Travelling, dan bermacam ulasan lainnya, in Sukabumi-Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *