Proses Pembuatan Nasi Inter Berbahan Dasar Singkong

Diposting pada

Apa itu Nasi Inter?

Nasi Inter” mungkin sekilas mendengarnya dari sekian banyak Orang akan bertanya apa itu Nasi Inter? Nasi Inter adalah Nasi yang bebahan dasar dari Ubi Kayu alias Ketela pohon alias Singkong yang sudah diproses diolah sedemikian rupa terlebih dahulu, jadilah Nasi Inter atau kalau Orang Sunda bilangnya Sangu Inter.

Nasi Inter Siap Dihidanghkan

Dahulu Nasi Inter dijadikan sebagai makanan pokok pengganti Nasi Beras, itulah dulu karena susahnya mendapatkan Beras menurut cerita salah Ibu bernama Usur pembuat Nasi Inter kebetulan Beliau adalah Ibu saya sendiri.

Pembuatan Nasi Inter berbahan Singkong membutuhkan waktu yang bisa dibilang cukup lama karena membutuhkan pengolahan melewati beberapa proses secara tradisional dan secara alami.

Proses pembuatan Nasi Inter berbahan Singkong

Berikut adalah proses demi proses pengolahan Nasi Inter berbahan dasar Singkong :

  • Proses menanam Singkong sampai siap panen yang membutuhkan 4 s/d 8 bulan kita lewatkan saja, anggap Singkong sudah siap dipanen.
  • Pertama yang harus dilakukan setelah Singkong dipanen adalah membersihkan kulitnya dan memotong-motongnya kecil-kecil.
  • Lakukan penjemuran, untuk didaerah saya seperti dilakukan oleh Ibu saya biasanya waktu penjemuran tidak ditentukan, terkadang singkong yang sudah dipotong-potong atau disebut Kopra dijemur dibiarkan sampai berbulan-bulan, siang dan malam, hujan juga Kopra ini dibiarkan saja “semakin lama penjemuran semakin baik kualitas Nasi Inter nantinya dengan rasa khasnya yang semakin kuat“.
  • Setelah Kopra selesai dijemur biasanya Kopra Singkong yang sudah siap diolah menjadi Nasi Inter akan berwarna hitam berjamur, Kopra dicuci dan direndam sampai beberapa hari dan dicuci kembali sampai bersih, dikeringkan.
  • Dengan direndam terlebih dahulu selama 2 hari sebelum diolah akan menjadikan Nasi Inter memiliki bau yang khas, bila tidak suka dengan baunya Kopra tidak usah direndam terlebih dahulu, cukup rendam sebentar lalu cuci dan keringkan.
  • Selanjutnya proses pengolahan, Kopra yang sudah dicuci dan dikeringkan ditumbuk sampai lembut, setelah Kopra cukup lembut lalu dilakukan pengayakan dengan Ayakan Carang yang memiliki kerapatan lebih renggang, Kopra yang belum cukup lembut dipisahkan untuk ditumbuk kembali.
  • Kopra yang sudah cukup lembut diayak-ayak dan digeleng-geleng sampai Kopra memiliki kontur yang bulat kecil-kecil merata.
  • Setelah Kopra selesai ditumbuk lembut dan dijadikan bulat-bulat kecil jadilah Nasi Inter lalu Kopra dijemur diterik matahari sampai warnanya berubah menguning dan kering, ingat menjemurnya tidak seperti menjemur Kopra pada proses awal, Inter kering jangan sampai terkena air hujan.
  • Setelah Inter cukup kering mengeras Inter bisa disimpan sampai waktu yang lama seperti Beras.
RELATED :  Jenis-Jenis Rendang yang Harus Kamu Coba

Cara memasak Nasi Inter bebahan dasar Singkong

Proses memasak Nasi Inter sama halnya dengan proses memasak Nasi Beras di Hau atau di Tungku menggunakan Langseng atau Seeng, Inter Tidak bisa dimasak dengan proses penggodokan dengan air secara langsung seperti di Mejikom. Memasak Nasi Inter lebih kepada dengan cara di kukus.

Setelah Nasi Inter Matang, Nasi Inter bisa dimakan dengan lauk pauk dan untuk menambah rasa gurih bisa ditambahkan parutan kelapa, disarankan disajikan hangat-hangat jauh lebih nikmat.

Nasi Inter memiliki kontur rasa, bau untuk yang direndam terlebih dahulu dan kenyal sebagai ciri khas dari Nasi Inter itu sendiri.

Nasi Inter untuk di masa sekarang mungkin bisa dibilang sulit ditemukan secara umum, tetapi masih ada yang membuatnya untuk kalangan sendiri bukan untuk dijual.

Oleh Petani Nasi Inter dibuat biasanya setelah panen Padi Huma, karena biasanya Petani pada saat Padi Huma mulai tumbuh sekitar 1 bulan akan ditanami Singkong juga disela-sela tanaman Padi Huma tersebut. Pada akhirnya setelah Panen Padi Huma akan Panen juga Singkong, Singkong tersebut dijual kepada Pembeli yang tentunya Singkong dijual itu tidak semua Singkong dilahan yang ditanami habis oleh Pembelinya, masih banyak ubi Singkong yang tidak tercabut, jadi itulah bahan dasar yang digunakan untuk membuat Kopra dan selanjutnya diolah menjadi Nasi Inter siap dimakan.

Pada intinya Petani tidak serta merta membuat Kopra sebagai bahan dasar Nasi Inter ini secara sengaja menurut beberapa Petani termasuk Orang Tua saya sendiri adalah memanfaatkan Ubi Singkong yang tersisa daripada mubazir karena tidak mungkin Ubi Singkong bisa habis dimakan untuk satu hari maka Ubi Singkong dikeringkan dibuat Kopra pada akhirnya bisa dibuat untuk bahan dasar Nasi Inter.

RELATED :  Huma dan istilah dalam prosesnya

Pengolahan Kopra menjadi Nasi Inter secara umum oleh Warga Petani dilakukan pada saat musim kemarau disaat para Petani menunggu hujan turun untuk membuka lahan pertanian kembali. Disaat mulai musim penghujan Petani mulai menggarap Huma atau Ladang maka pada saat seperti inilah biasanya nasi Inter disajikan untuk Pekerja.

Pada initinya untuk proses pembuatan Nasi Inter ini oleh Petani diawali pada pembuatan Kopra dari sisa penjualan Singkong diakhir panen Padi Huma dan baru bisa disajikan dan dinikmati Nasi Inter ini pada masa musim Huma berikutnya.

Kalu begitu Nasi Inter ini prosesnya bisa hampir satu tahun dari akhir musim hujan sampai awal musim hujan kembali?

Iya betul sekali, karena untuk para Petani pada masa itu dan masa sekarang yang masih mempertahankannya tidak untuk dijual, hanya untuk pemanfaatan bahan dasar yang ada yaitu Singkong yang tidak tercabut oleh Pembeli, atau hanya sekedar untuk tambahan makanan pada saat musim kemarau (paceklik) tiba.

Vidio terkait post ini

Berikut adalah salah satu Vidio proses pembuatan / pengolahan Nasi Inter berbahan dasar Singkong dari Kopra menjadi Inter yang siap masak dan dihidangkan.

Vidio Proses Pembuatan Nasi Inter Berbahan Dasar Singkong

Semoga sedikit penjelasan tentang Nasi Inter dan proses pembuatannya diatas bisa bermanfaat.

Gambar Gravatar
Tempat menyalurkan hobi ngeblog Seputar : Tekno, Tips dan Trik, Tutorial, Travelling, dan bermacam ulasan lainnya, in Sukabumi-Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *