Kerajinan dari Bambu Hitam (Wulung), jenis Kursi dan Meja

Diposting pada

Begitu banyaknya hasil kerajinan dari bambu hitam (wulung), kalau disebutkan satu persatu mugkin perlu waktu dan juga perlu pengetahuan yang lebih untuk membahasnya, dari itu kita bahas yang ada disekitaran kita, khususnya disekitaran daerah dimana yang nulis ini berada, kebetulan ada Warga yang menggeluti kerajinan tangan dari bambu hitam ini, salah satu hasil kerajinan dari bambu hitam yang dibuatnya yaitu kursi dan meja yang akan kita bahas proses pembuatannya disini.

Untuk hasil kerajinan tangan jenis kursi dan meja ini tentunya menggunakan bahan dasar dari bambu itu sendiri, ada banyak jenis bambu yang ada disekitaran daerah saya tinggal, dan salah satunya adalah jenis bambu yang digunakan untuk membuat kursi dan meja ini yaitu bambu Hitam atau sering disebut bambu Wulung, nama dari jenis bambu itu sendiri diambil dari warna bambu itu sendiri yang memiliki warna hitam.

Proses pemilihan bahan.

Cara pembuatan kursi dan meja ini diawali dengan memilah pohon bambu Hitam atau Wulung, memilih pohon bambu yang akan digunakan tentunya tidak sembarangan, memiliki kriteria yang memang memenuhi untuk syarat dijadikan bahan kerajinan dari bambu hitam ini, seperti: usia bambu, diameter bambu, jarak buku atau ruas bambu, beberapa pengrajin ada yang mengkriteriakan dari serat bambu, warna juga karena tidak selalu jenis bambu hitam berwarna hitam ada beberapa warnanya sedikit berbeda seperti kehijau-hijauan, bambu dipastikan lurus dan lain sebagainya.

Proses pembuatan kerajinan dari bambu hitam.

Setelah dilakukan pemilahan maka dilanjutkan keproses pembuatan, pembuatan tentunya melalui proses tahap demi tahap dimulai dari merencanakan seperti model apa kursi dan meja yang akan dibuat dan ukurannya berapa, sebelumnya dilakukan pembersihan pada bambu yang akan digunakan, pembersihan ruas dan memotong yang dikira tidak terpakai, selanjutnya dilakukan pemotongan untuk rangka seusuai ukuran yang sudah direncanakan diawal.

Setelah potongan bahan dari bambu ini siap tahap selanjutnya adalah proses membuat rangka dari kursi dan meja dengan melubangi beberapa bagian yang akan disambungkan nantinya antar rangka satu dengan yang lainnya sehingga terbentuklah model kursi maupun meja yang sudah direncanakan.

Rangka kursi dan meja.

Membuat rangka selesai tahap selanjutnya adalah membuat tempat atau lantai duduk atau tatakan meja, untuk lantai duduk dan tatakan meja ini berbeda dengan rangkanya yang dibuat tanpa dilakukan pembelahan pada potongan bambu, bambu dibiarkan bulat apa adanya. Untuk tempat duduk dan tatakan meja dibuat dengan teknik anyaman seperti membuat bilik bambu, bambu dibelah disesuaikan dibuat tipis-tipis, karena penganyaman akan menggunakan model dengan teknik mata walik maka yang digunakan adalah bagian luarnya istilahnya hinis bambu yang berwarna hitam sebagai utamanya, dan juga kulit dalam yang berwarna putih, dan apabila ingin lebih kuat maka warna putihnya bisa juga hanya menggunakan bagian luarnya saja dengan cara dibalik saat menganyam.

Penganyaman alas duduk dan tatakan meja.

Setelah bambu dibuat tipis-tipis dan sedikit dikeringkan, karena nantinya akan dilakukan penganyaman dengan teknik mata walik atau dianyam secara jigjag maka bahan anyaman bambu ini dipisah terlebih dahulu antara hitam dan putih, hitam dari bagian terluar bambu atau hinis, dan putih adalah bagian bambu dalam atau istilahnya dagingnya apabila memang menggunakan dagingnya, kalau hanya menggunakan bagian luar tentunya tidak perlu cukup dengan membalikan saja pada saat menganyam.

Untuk menghasilkan hasil anyaman mata walik yang diperlukan adalah bahan bambu dengan dua warna yang berbeda terlihat kontras, ada beberapa pengrajin kursi dan meja bambu ini menggunakan bahan dengan jenis bambu yang berbeda untuk alas dan tatakan mejanya, misalkan menggunakan bambu hitam dan juga menggunakan bambu berwarna hijau atau kuning, hasilnya akan terlihat indah dimata dengan anyaman mata walik.

Finishing kerajinan dari bambu hitam.

Kerajinan dari Bambu Hitam

Setelah penganyaman untuk alas kursi dan tatakan meja proses selanjutnya merangkainya dengan rangka kursi dan meja yang sudah dibuat, pada proses ini tentunya hanya perlu mengencangkannya saja, teknik pengencangan ada yang memakai paku maupun dengan tali.

Sampai disini proses pembuatan kerajinan tangan kursi dan meja dari bambu hitam (wulung) sudah selesai, tinggal dilakukan finishing sesuai keinginan.

Dalam proses pembuatan kerajinan dari bambu hitam ini tentunya diperlukan ketelitian dan waktu, pembuatan untuk satu kursi atau meja lamanya sendiri tergantung dari ukuran dan model dari kursi dan meja itu sendiri, kalau kita memesan tentunya waktu selesainya akan tergantung dari banyaknya orderan, kalau memang tidak ada stok tentunya semakin banyak orderan akan semakin lama selesainya pesanan kita.

Harga.

Untuk harga, ditempat saya sendiri saya rasa terbilang cukup murah apabila melihat dari proses pembuatannya dengan spesifikasi:

  • Kursi bambu 1 Set: Isi 2 buah kursi + 1 meja dengan ukuran: Kursi = P x L x T = 57 cm x 57 cm x 85 cm dan tinggi tempat duduk = 30 cm
  • Meja = P x L x T = 70cm x 48cm x 45cm

Dihargai Rp.300.000,- s/d Rp.400.000,

Itulah sekilas bahasan tentang kerajinan pembuatan kursi dan meja dari bahan bambu hitam, dari bahan dan proses pembuatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *