Free Play Pedal Kopling Mobil Agya Baiknya Kurang Dari 32 MM

Diposting pada

Untuk Pemula free play atau gerak bebas pedal kopling sebagai contoh seperti mobil Agya yang saya gunakan, baiknya free play pedal kopling di setel antara 17-32 MM, kenapa?

Pertama, karena di buku petunjuk pengguna tertera bahwa jarak bebas pedal kopling pada mobil Agya manual adalah direkomendasikan antara 17-32 MM.

Kedua, apabila free play pedal kopling mobil di setel rendah misalkan sampai memiliki jarak bebas diatas 70 MM atau istilahnya lepas kopling langsung jalan, dari pengalaman saya sendiri sebagai Orang yang baru bisa nyetir mobil sekitar 7 bulan ini berakibat pada saat mengoper gigi, misal dari gigi 2 ke gigi 1 di tengah tanjakan yang cukup tinggi mobil seperti kehilangan tenaga diawal yang akan membuat panik pada supir pemula tentunya ini sangat berbahaya, kedua mobil akan sering mati, dan ketiga pada saat ngoper gigi akan terasa lebih kasar.

free play pedal kopling

Free play atau jarak bebas

Bagi Orang yang awam atau belum mengerti mobil tentunya bertanya-tanya, apasih yang dimaksud dengan free play atau jarak bebas pada kopling?

Free play atau jarak bebas adalah jarak dimana pedal kopling memiliki ruang gerak saat ditekan atau diinjak sebelum akhirnya release bearing mulai menekan diaphragm spring kemudian kopling bergesekan dan membuat mobil berjalan.

Ketika plat kopling mulai aus maka jarak bebas pedak kopling semakin berkurang, disinilah sebetulnya perlu penyetelan, atau pada kasus saya dibawah penyetelan dilakukan untuk disesuaikan dengan kebiasaan pengendara masing-masing.

Free play atau jarak bebas pedal kopling Agya

Berapa free play atau jarak bebas pedal kopling mobil Agya yang benar?

Setelan jarak bebas kopling yang benar pada mobil Agya adalah diantara 17 sampai 32 MM atau 1,7 CM – 3,2 CM itu sesuai yang tertera di buku petunjuk pengguna.

Untuk saya sendiri sebenarnya lebih suka free play kopling itu disetel rendah jadi lepas kopling langsung jalan seperti diaplikasikan dimotor saya, untuk dimobil alasannya karena saya memiliki ukuran telapak kaki lebih pendek, apabila disetel lebih tinggi tumit kaki harus ikut diangkat saat melepas kopling.

Pertama saya belajar nyetir setelan kopling saya sengaja setel rendah karena memang seperti sudah dijelaskan diatas, selain itu saya memang suka dan terbiasa dengan setelan kopling rendah lepas kopling sedikit langsung jalan dan suara mobilpun tidak terdengar meraung.

Setelah beberapa bulan seiring waktu saya semakin berani bawa mobil sendiri dan melewati tanjakan, mulai merasakan kejadian yang membuat sedikit panik mobil seperti kehilangan tenaga saat oper gigi ditengah tanjakan, awalnya memang tidak pernah merasakan karena memang tidak pernah oper gigi ditengah tanjakan, yang namanya juga masih belajar oper gigi selalu sebelum tanjakan istilahny adiayun dari bawah.

Satu kali dua kali tidak saya hiraukan saya anggap mungkin sayanya aja yang memang masih belajar jadi belum bisa mengontrol kopling dan gas, namun seiring waktu dirasa makin tidak enak akhirnya saya merubah setelah kopling kesetelan awal yaitu setelan awal dari pabrikannya, kemudian saya bandingkan dan ternyata memang tidak terasa lagi kehilangan tenaga saat over gigi ditanjakan.

Nah, karena pengalaman saya yang sering melewati tanjakan dan merasakan seperti kehilangan tenaga ditanjakan pada saat oper gigi, pada akhirnya saya memutuskan tetap menggunakan setelan standar free play pedal kopling mobil Agya saya seperti di buku panduan pemilik yang diberikan oleh dealer.

Meskipun pada awalnya saya tidak suka setelan kopling tinggi pada akhirnya makin kesini makin terbiasa dan merasa nyaman dengan setelan kopling sesuai di buku panduan pemilik.

Kenapa mobil kehilangan tenaga saat oper gigi ditanjakan?

Sedikit penjelasan kenapa mobil bisa seperti kehilangan tenaga pada saat oper gigi ditengah tanjakan yang cukup tinggi, ini secara logikanya saja” setiap oper gigi pasti injak kopling dan lepas gas secara otomatis RPM turun dan ketika RPM turun disinilah mobil kehilangan tenaga begitu kopling dilepas terlalu cepat, sehingga mesin akan mendapatkan beban berat pada RPM rendah.

Setelah saya rasakan dan bandingkan antara setelan rendah dan setelan tinggi pada free play kopling, ketika setelan rendah angkat kopling sedikit mobil langsung jalan maka putaran mesin di RPM rendah sehingga kurang mencukupi untuk menarik beban ditanjakan karena terlalu cepat kopling dilepas sehingga walaupun gas diinjak habis tenaga seperti ngempos, apabila panik bisa dimungkinkan mesin bisa mati. Kecuali kalau gas dikocok terlebih dahulu mungkin saat kopling dilepas putaran mesin dalam RPM tinggi seperti halnya mobil-mobil besar seperti truk.

Kasus ini mungkin tidak dialami oleh pengendara yang sudah mahir karena mereka sudah menguasai dalam hal ini, sudah bisa menentukan dengan tepat kapan lepas kopling dan kapan injak gas pada saat oper gigi ditanjakan curam, namun untuk pemula tentunya hal ini terlalu berisiko dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *